Sebuah keresahan membawaku kembali membuka sedikit pesan lama yang dengan rapi kusimpan
Setiap kali membacanya,hal itu meyakinkan diriku sendiri untuk tetap menjaga rasa
Entah apakah sama yang kau rasa saat ini? Tidak pernah aku mengusik lagi dan bertanya keresahanmu tentangku
Yang aku percaya bahwa aku juga bagian dari hatimu
Entah di sebelah mana kau tempatkan aku
Yang terpenting aku adalah bagianmu
Menanyakan kembali perasaanmu hanya sia2
Melihat sikapmu dan bertanya mengapa pun juga sia2
Biarkan aku berandai dengan peran yg kuciptakan sendiri
Seolah pemain utama adalah kita
Yah itulah caraku menghibur diri
Disaat penantian mendapat balasan pesan mulai membuatku lelah
Jatuh cinta itu biasa saja,seperti kata ERK
Seperti kita yang biasa saja
Tapi aku menikmati biasa kita
Menikmati pengabaian yang seolah2
Dan kembali aku bermain peran yang tadi aku ciptakan
Biarlah...kalau itu membuatku bahagia,benar bukan??
Bukankah kau tdk inginkan aku kecewa?cengeng?
inilah caraku,menghadirkan peranmu yang kubuat sendiri
Dan aku dalangnya
:)
-aku main gila-
Saturday, October 18, 2014
Thursday, August 28, 2014
hari menuju perubahan #1
"Tok
tok tok, bangun sudah jam 03.30" terdengar ketukan dari arah luar. Dengan
tergesa-gesa akupun bangun dan membukanya, ternyata salah satu teman kami yang
menjalankan piket pagi sedang menjalankan tugasnya membangunkan kami di kamar
mess. Kulihat 3 orang temanku masih lelap menikmati lelap malam dan rasa letih
karena seharian kemarin harus berkegiatan berat di Akademi Angkatan Udara
(AAU). Yah sudah satu malam kami lewati, kegiatan yang diawali jam 04.30 sampai
23.00 tentu membuat kami pemuda pemudi malas yang selalu bangun siang merasa
sangat sulit menahan kantuk dan malas.
Sesegera
mungkin aku membangunkan ketiga teman satu kamarku, kemudian aku mulai bersih
diri di kamar mandi. Ketiga temanku bergantian untuk sholat subuh, aku yang
tidak menjalankan biasanya akan mandi paling awal supaya mereka bisa wudhu.
Teriakan
dari luar terdengar di pagi yang gelap itu, dimana langit masih menggantungkan
bulan dan bintang-bintangnya.Kami harus segera berbaris, mengenakan kaos
olahraga,celana training dan sepatu olahraga. Pagi jam 04.30 kami sudah
berjajar rapi membentuk kompi masing-masing,dan siap berjalan menuju Gor yang
terdapat kurang lebih 500m dari mess kami. Setiap langkah kami harus
seragam,setiap nyanyian kami harus serentak. Dengan mata yang kantuk-kantuk
kami berusaha menyesuaikan diri, mengikuti arahan dari pelatih untuk menjadi
baik tentunya. Pelatih mulai memberikan arahan untuk melakukan stretching
dilanjutkan dengan sikap push up dan sit up. Banyak dari kami yang mengeluh
kesakitan setelah melakukannya, maklum kami sudah terlalu lama berada di
tumpukan kasur kenyamanan.Setelah stretching kami pun diminta untuk berlari
mengitari Gor sebanyak 2kali putaran untuk putri dan 4kali putaran untuk putra.
Terdengar di ujung barisan suara batuk-batuk dari beberapa teman, ada yang
memisahkan diri,ada yang berjalan, macam-macam. Memang kegiatana berlari kecil
dengan tempo yang sama dan bernyanyi untuk penyemangat sama sekali belum pernah
kami lakukan jika dirumah,hanya disini kami merasakan kebersamaan bukan hanya
dari "bersama" dalam fisik namun bersama dalam gerak dan bersama
dalam sepenanggungan. Selesai olahraga pagi,pelatih memberi arahan untuk
melaksanakan bersih diri 5menit, kemudian jam 06.00 semua sudah berbaris rapi
menuju tempat makan.
Mendengar
kata makan, rasa mual,tidak enak,dan takut menghampiri beberapa dari kami,
mengingat porsi kemarin malam yang membuat kami shock. Sebuah trauma kalau bisa
dikatakan, karena malam itu kami melihat nasi yang segunung, dengan waktu 5
menit ompreng kami harus bersih. Pagi ini kembali lagi kami harus menghadapi
ompreng, pagi-pagi dimana biasanya kami masih menarik selimut dan bermain di
alam mimpi. Sungguh kami mulai merasakan cemas, dan takut bila nanti ompreng
kami tidak habis. Tiba saatnya satu persatu dari kami masuk kedalam tenda yang
sengaja dibuat untuk meletakkan ompreng yang sudah berisi nasi dan lauk di meja
besar, kemudian di ujung sudah menunggu bapak-bapak juru masak yang membagikan
sayur kuah dengan menggunakan gayung.Seperti di penjara rasanya, hak kami dibatasi,makan
kami pun tidak boleh memilih, supaya semua sama rata. Seperti biasa,kami mulai
berjalan setelah mendapat makan,dan duduk di meja-meja kosong, memenuhi setiap
meja dari ujung belakang,sampai ujung depan. Sebelum makan, salah satu dari
kami harus memimpin doa dan laporan kepada komandan bahwa kami siap melakukan
makan pagi.Masih sangat melekat tata cara sebelum makan ompreng itu,tidak ada
yang saling mendahului makan, dan kami juga harus selesai makan bersama.
Setelah diistirahatkan, kami semua serentak menyahut "selamat makan!"
Dan langsung menyerbu isi ompreng, melahapnya dengan satu kali kunyah kemudian
langsung telan, terdengar omelan dari pelatih untuk teman-teman kami yang
lamban, sambil menghitung menit demi menit pelatih membentak-bentak dan
memarahi beberapa teman kami. Kami paling ingat,teman kami yang memiliki
kesulitan untuk makan cepat dan banyak bernama Istiqomah, setiap harinya jadi
bulan-bulannan pelatih setiap kali akan makan, kemudian teman kami Alaik yang
memiliki sebutan "cungkring" dan "si lambung kecil" karena
memang postur tubuhnya yang sangat kurus. Pelatih begitu keras mengajari kami
supaya menghabiskan makanan,dan tidak menyia-nyiakannya,kalau ada yang tidak
habis,teman satu meja harus bersama menghabiskan. Selama 2hari itu tak ku
rasakan nikmatnya makan, yang ada hanya rasa begah dan sakit di
perut.Memaksakan semua makanan porsi besar itu masuk,namun kami terus bertahan.
Kami diingatkan akan sulitnya kami nanti di daerah penempatan untuk makan
nasi.Di sini kami diberi makanan sehat dan harus disyukuri. Semua siswa yang
ada di sini harus perbaikan gizi dan harus tambah berat badan karena kegiatan
kami banyak sehingga membutuhkan asupan yang banyak. Memang benar kata pelatih,
kalau kami makan hanya sedikit,mungkin kami sudah tumbang di tengah jalan
disaat kami menjalani kegiatan.
Dari
kegiatan rutin subuh sampai menjelang tengah malam di komplek AAU ini kami bisa
menikmati banyak hal yang belum pernah atau jarang kami lihat dan rasakan. Hal
yang peling sederhana adalah melihat matahari pagi di ufuk timur,yang perlahan
membuka langit gelap memancarkan semburat warna jingga yang indah, kami jarang
atau bahkan tidak pernah menikmati munculnya matahari pagi itu, yang kami tau
biasanya matahari sudah berada tepat diatas kepala kami. Hal yang sederhana,
namun kami bisa bersyukur masih diberi kesempatan melihat matahari pagi di
Indonesia, di tanah ibu pertiwi ini, membawa kami menuju semangat menjalani
serangkaian hari.
-kampung
sebelah, 27Agustus 2014-
Catatan
selagi ingat
Tuesday, August 26, 2014
Catatan kecil di 12 hari menuju perubahan besar
Sebuah pengalaman baru yang tidak akan pernah akan kami lupakan di dalam hati dan pikiran. Selasa, 14 Agustus 2014 kami calon-calon guru yang sudah siap dan ikhlas untuk mendidik di pelosok NKRI dalam program SM-3T atau Sarjana Mendidik di daerah 3T(terdepan,terluar,tertinggal) mulai berkumpul di rektorat UNY untuk mendapatkan pengarahan sebelum diberangkatkan ke AAU(Akademi Angkatan Udara) di bumi Maguwo Yogyakarta. Berbagai barang bawaan yang kami bawa untuk kebutuhan selama 2minggu telah kami persiapkan,beserta tas baru yang dibagikan oleh pihak SM-3T.
Jam 14.00 pengarahan selesai, kami semua diminta berjalan menuju bus khas AAU berwarna biru dongker. Rasa cemas,bercampur bahagia dan penasaran menggelayuti hati dan pikiran kami masing-masing. Selama 2minggu kedepan kami akan di gembleng dan dilatih untuk kuat dalam mental,fisik, dan semakin mencintai NKRI. Kami diminta membentuk barisan, dengan dibantu para ibu-ibu TNI AU yang terlihat cantik namun tegas, kami di panggil satu persatu untuk bergabung menjadi 6 kompi putri dan 3 kompi putra sesuai abjad. Sempat merasa takut karena ketegasan suara dan dibumbui sedikit bentakan-bentakan dari para pelatih. Sesekali kami terdiam dan saling pandang satu dengan yang lain,saling mengungkapkan kerisauan dan keraguan tanpa kata, menghadirkan pertanyaan besar "Akan diapakan kami disana?"
Tiba-tiba saja, seluruh semangat kami mulai jatuh disaat kami sudah sampai di dalam lokasi AAU dan menjalani serangkaian kegiatan yang merupakan sebagian dari shock terapi. Setiap kegiatan tidak boleh dilakukan dengan lamban, berlari,hargai waktu,hargai makanan sepertinya itulah yang paling melekat. Malam hari jam 18.00 kami makan malam yang pertama di sebuah barak bertenda warna hijau tentara dengan ratusan kursi dan meja yang masing-masing berisi 4-6 orang. Kami makan tidak menggunakan piring plastik atau piring keramik yang sering kami lakukan setiap hari, namun kali ini dengan benda yang disebut "Ompreng" yang merupakan tempat makan terbuat dari alumunium yang terdapat beberapa cekungan untuk menaruh nasi dan lauk pauk,kalau pernah sakit di rumah sakit pasti tau. Kami semua tertegun dan mulai mengeluarkan bunyi bisik2 "gila!nasi nya banyak banget!" Kemudian para pelatih mulai memberikan arahan untuk menghabiskan tanpa sisa.Kerap kali kami melihat teman2 kami tidak kuat menghabiskan makanan dalam ompreng mereka, dan setiap teman yang ada dalam satu meja harus bersama menghabiskan, itulah jiwa korsa. Sontak semua siswa mulai mengeluarkan keluhan yang hanya berani disampaikan di ujung mulut tanpa berani membuka lebar mulut mereka untuk mengajukan protes.Itulah yang kami rasakan,setiap hari harus kenyang dengan bentakan-bentakan dan pelatihan fisik yang diberikan pelatih, semata2 bukan untuk menyiksa kami namun pastinya untuk membentuk sikap mental yang kuat dan rasa kebangsaan yang tinggi untuk berjuang melawan kebodohan di NKRI
Terimakasih para pelatih dan pengasuh,12 hari kami hidup dibawah asuhan kalian, kami tidak akan berhenti setelah ini, kami akan tetap belajar disiplin,menghargai waktu,cekatan,tanggap dan mencintai tanah air kami
Pengalaman sekali seumur hidup kami yang tidak akan pernah bisa dilupakan, kekeluargaan, jiwa korsa,dan menghargai waktu.
-bumi maguwo, 25Agustus 2014-
Special thanks untuk keluarga besar AAU Yogyakarta
Jam 14.00 pengarahan selesai, kami semua diminta berjalan menuju bus khas AAU berwarna biru dongker. Rasa cemas,bercampur bahagia dan penasaran menggelayuti hati dan pikiran kami masing-masing. Selama 2minggu kedepan kami akan di gembleng dan dilatih untuk kuat dalam mental,fisik, dan semakin mencintai NKRI. Kami diminta membentuk barisan, dengan dibantu para ibu-ibu TNI AU yang terlihat cantik namun tegas, kami di panggil satu persatu untuk bergabung menjadi 6 kompi putri dan 3 kompi putra sesuai abjad. Sempat merasa takut karena ketegasan suara dan dibumbui sedikit bentakan-bentakan dari para pelatih. Sesekali kami terdiam dan saling pandang satu dengan yang lain,saling mengungkapkan kerisauan dan keraguan tanpa kata, menghadirkan pertanyaan besar "Akan diapakan kami disana?"
Tiba-tiba saja, seluruh semangat kami mulai jatuh disaat kami sudah sampai di dalam lokasi AAU dan menjalani serangkaian kegiatan yang merupakan sebagian dari shock terapi. Setiap kegiatan tidak boleh dilakukan dengan lamban, berlari,hargai waktu,hargai makanan sepertinya itulah yang paling melekat. Malam hari jam 18.00 kami makan malam yang pertama di sebuah barak bertenda warna hijau tentara dengan ratusan kursi dan meja yang masing-masing berisi 4-6 orang. Kami makan tidak menggunakan piring plastik atau piring keramik yang sering kami lakukan setiap hari, namun kali ini dengan benda yang disebut "Ompreng" yang merupakan tempat makan terbuat dari alumunium yang terdapat beberapa cekungan untuk menaruh nasi dan lauk pauk,kalau pernah sakit di rumah sakit pasti tau. Kami semua tertegun dan mulai mengeluarkan bunyi bisik2 "gila!nasi nya banyak banget!" Kemudian para pelatih mulai memberikan arahan untuk menghabiskan tanpa sisa.Kerap kali kami melihat teman2 kami tidak kuat menghabiskan makanan dalam ompreng mereka, dan setiap teman yang ada dalam satu meja harus bersama menghabiskan, itulah jiwa korsa. Sontak semua siswa mulai mengeluarkan keluhan yang hanya berani disampaikan di ujung mulut tanpa berani membuka lebar mulut mereka untuk mengajukan protes.Itulah yang kami rasakan,setiap hari harus kenyang dengan bentakan-bentakan dan pelatihan fisik yang diberikan pelatih, semata2 bukan untuk menyiksa kami namun pastinya untuk membentuk sikap mental yang kuat dan rasa kebangsaan yang tinggi untuk berjuang melawan kebodohan di NKRI
Terimakasih para pelatih dan pengasuh,12 hari kami hidup dibawah asuhan kalian, kami tidak akan berhenti setelah ini, kami akan tetap belajar disiplin,menghargai waktu,cekatan,tanggap dan mencintai tanah air kami
Pengalaman sekali seumur hidup kami yang tidak akan pernah bisa dilupakan, kekeluargaan, jiwa korsa,dan menghargai waktu.
-bumi maguwo, 25Agustus 2014-
Special thanks untuk keluarga besar AAU Yogyakarta
Friday, July 25, 2014
Part 2
Kali ini akan aku ceritakan(lagi) tentang hari-hari yang aku
lalui dengan orang-orang yang aku cintai. Orang yang akan aku ceritakan saat
ini pernah aku bahas di tulisanku sebelumnya. Dia yang ada di masalalu
terindahku, dia yang selalu menjadi ingatanku.
Hari ini seperti biasanya setelah bangun di pagi hari, aku
mulai membuka laptopku untuk ber online ria. Tiba-tiba dikagetkan dengan sebuah
komentar di salah statu status yang berisi tulisan di blog tentang kamu.Kemudiantak
lama kami pun mulai saling terbuka dan mengungkapkan tentang segala sesuatu
yang hampir 2th ini kami pendam, dan kami coba lupakan, tapi ternyata hal itu
hanya membuat ku dan kamu menjadi canggung untuk berbagai hal.Sampai saat ini,
ada sebuah kelegaan akhirnya karena kejujuran dan keikhlasan dari kamu untuk
menerima saran dan ganjalan hati ku.
Terimakasih..kamu adalah seseorang ter aneh buat hidupku,
tapi namamu masih ada dalam doa dan hatiku.
Tidak ada manusia yang sempurna
Seperti kamu yang selalu ingin terlihat sempurna dan
terlihat kuat diantara temanmu yang lain
Tapi jauh dari itu semua
Hatimu pun rapuh saat air mataku menetes, dan mengalir deras
karena begitu sakitnya oleh sikapmu
Selama ini aku selalu percaya, hatimu itu lembut, hatimu itu
baik dan tidak ada maksud jahat
Sekalipun banyak orang yang berkata bahwa kamu tidak akan
pernah lagi peduli denganku
Tapi aku selalu yakin kalau kamu akan selalu peduli, akan
selalu melihatku dengan caramu yang tidak aku tau
Sekalipun hampir semua orang melihatku bodoh untuk terus berharap
dan menyimpanmu dalam hati
Namun aku selalu percaya suatu saat hatimu akan terbuka dan
akan menjadi lebih terarah
Setiap pagi, setiap malam, aku selalu berlutut dan menghadap
kepada Yang Maha Kuasa
Hanya satu pintaku kala itu, supaya hatimu terbuka, dan
menemukan sebuah kasih yang mula-mula
Sebuah harapan yang tulus dari hatiku
Tanpa aku berharap lebih kamu juga melakukan hal yang sama
denganku, atau juga menyimpan namaku di hatimu
Berharap denganmu pasti ada, namun untuk saat ini aku hanya
ingin melihatmu menjadi pria yang bertanggung jawab dengan hidupmu sendiri dan
keluargamu
Bilakah nanti suatu saat kita bertemu lagi dan ternyata
rasaku dan rasamu sama-sama masih ada dan kita ditakdirkan bersama lagi, aku
bersyukur akan itu
Namun bilakah kita hanya diciptakan untuk menjadi sahabat
dan saudara, aku lebih bersyukur lagi
Tangisku, tawaku, dan senyumku semoga tidak pernah kamu lupa
Aku disini masih ingin berjuang untuk keluargaku, cita-citaku
Kiranya kamupun begitu
Di usiamu yang sudah beranjak menjadi lelaki dewasa, aku
harap pemikiran, tindakan dan tanggung jawabmu bisa sesuai
Biarkan ibumu tersenyum bangga melihatmu sukses
Ayahmu menepuk pundakmu dan berkata “aku bangga”
Adikmu pun tersenyum bangga sambil berkata “dia kakak ku
yang hebat”
Keluarga besarmu memelukmu sambil berkata “kamu harapan kami”
Dan disini aku akan tersenyum dan berdoa lebih lagi supaya
lewat kesuksesanmu banyak orang yang akan terbantu
Ini sejengkal nafasku untuk berdoa dan meyebut namamu dalam
lipatan tangan
Pagi,sayu, 11:11 260714
Thursday, July 24, 2014
part 1
Aku tak pernah menyangka hidupku akan berlalu sedemikian
rumitnya. Sebagian kisah perjalanan hidupku akan aku ceritakan nanti. Saat ini
yang aku inginkan hanya meratapi kisah cintaku. Jangan diartikan kisah cintaku
hanya berhubungan dengan laki-laki. Kisah cintaku kali ini beragam. Kisah cinta
dengan sahabat-sahabat terbaikku, dosen serta pengajarku, ayahku, ibuku, bahkan
beberapa laki-laki yang pernah mengisi kehidupanku.
Sepenggal puisi ini ingin aku berikan kepada sahabat
terbaikku, sekaligus teman hidupku yang sudah pernah berjanji untuk selalu
membuatku bahagia sampai nanti kita tidak akan bisa bertemu untuk waktu yang
tak terbatas. Dia bukan cinta pertamaku, tapi dia yang pernah membuatku belajar
untuk mencintai sesama manusia diluar dari semua kesempurnaan, paras dan
kecakapan. Dia adalah seorang yang tulus memberikan perhatian dan cintanya
tanpa memikirkan timbal balik apa yang akan aku berikan untuknya. Dia yang
selalu mendengarkanku, dan selalu menggenggam erat tanganku saat aku mulai
rapuh. Dia yang memiliki perbedaan keyakinan denganku, namun selau menghormati
dan mendukungku. Ya, dia yang ditempatkan Tuhan untuk menjagaku dan memberikan
sebuah rasa yang baru.
Hari ini aku mulai dengan rasa yang baru
Setelah rasa yang lama mulai lebur dalam rasa sakit
Aku dapati tawamu mengembang di depan pintuku
Aku mulai hilang rasa sakit, dan mulai ikut
menghadirkna tawa bersamamu
Tapi ternyata tawa kita ini berujung lebih menyakitkan
dari pada tangisku yang kemarin
Perbedaan, diawal aku hanya mengira tawa ini akan
sesaat saja
Haha ternyata aku salah
Sebuah jalan yang aku sebut sebagai takdir
mengantarkanku kepada kenyataan yang berbeda
Aku harus puas meratapi setiap luka dalam tawa kita
Maaf, aku membawamu terlalu jauh hanyut dalam euforia
kegembiraan hatiku
Tanpa memikirkan betapa sakitnya kamu dan aku nantinya
saat jarak, waktu dan kenyataan akan memisahkan
Semoga kamu selalu menjadi tawa di setiap langkah
hidupku
Jika memang ini bukan jalan kita untuk meraih awal
kegembiraan bersama
Mungkin Tuhan berkehendak lain, dan menyiapkan untuk
masing-masing kita sebuah senyuman hangat saat kita pulang nanti
Kamu adalah tawa kegembiraanku
Kawanku,kekasihku,sekaligus lawanku. Kamu sudah
membuat hidupku penuh tawa dan air mata
Terimakasih atas kesempatan yang telah kita bangun
bersama
Sampai saat ini aku yang akan selalu dan selalu merindukan
setiap detik berharga bersamamu
Sejengkal nafas ini, tidak akan pernah merasa
dirugikan saat berusaha menyebut namamu di setiap lipatan tangan dalam simpuh
doaku
-kupugajah 0:12 25714-
Wednesday, July 23, 2014
Haru Biru
beberapa waktu yang lalu, iseng-iseng aku membuka sosmed yang jarang sekali aku buka. Gara-gara udah ada twitter, FB kupun terbengkalai. Tiba-tiba muncul postingan dari FB bapak yang ditujukan untukku. Sempat beberapa menit air mataku terkucur deras.Entah mengapa, postingan yang berisikan puisi untukku ini nampak begitu tulus dari hati bapak. Terimakasih bapak, kau tetp jadi idamanku diantara pria-pria lain yang kini ada di dekatku.
"RAJAWALI KECIL DARI KEBUN TEBU"
Ketika kamu takut kegelapan
kuantarkan kamu masuk kegelapan
saat itu kamu katakan"sekarang aku tidak takiut lagi!"
menjelang tidurpun kamu nyanyikan lagu perjuangan
sepertinya kamu mengerti akan jalan yang akan kamu tempuh
kamu melewati hempasan badai tak terkira
kamu bertahan sampai lepas waktu berlalu
perkataanmu lebih dewasa dan bijak
kematangan pribadimu jauh dari apa yang aku pikirkan
saat ini kamu memenuhi panggilan hatimu
mengabdikan diri untuk bangsamu
mencerdasakan saudaramu yang masih tertinggal
selamat berjuang anakku...!
namamu adalah doaku.....!
https://www.facebook.com/krissiwiarum.hening
"RAJAWALI KECIL DARI KEBUN TEBU"
Ketika kamu takut kegelapan
kuantarkan kamu masuk kegelapan
saat itu kamu katakan"sekarang aku tidak takiut lagi!"
menjelang tidurpun kamu nyanyikan lagu perjuangan
sepertinya kamu mengerti akan jalan yang akan kamu tempuh
kamu melewati hempasan badai tak terkira
kamu bertahan sampai lepas waktu berlalu
perkataanmu lebih dewasa dan bijak
kematangan pribadimu jauh dari apa yang aku pikirkan
saat ini kamu memenuhi panggilan hatimu
mengabdikan diri untuk bangsamu
mencerdasakan saudaramu yang masih tertinggal
selamat berjuang anakku...!
namamu adalah doaku.....!
https://www.facebook.com/krissiwiarum.hening
Saturday, April 19, 2014
memuja?
Mungkin aku berlebihan
Memujamu..
Terlepas dari memuja Tuhanku yang tentunya itu pasti.
Kamu..yang berada 1cm di hadapanku
Punggungmu..yg hanya bisa ku lihat dari jarak ini,serat kain jaket yang kamu kenakan
Ahhh,tapi aku tak mampu melihat mimik wajahmu saat kita berbicara
Sesekali ku letakkan dagu ku di pundakmu supaya aq mendengar suara perbincangan kita
Berada di belakangmu,merasakan hangatnya tubuhmu dari jarak 1cm saja sudah membuatku sedikit gila
Mungkin aku terlalu memujamu,kawan,yang dulunya kamu adalah teman hidupku
Hari jumat ini adalah jumat agung terindah dalam hidupku
Selain merasakan berkat kasih mula2 dari Tuhanku,akupun merasakan kasih yang dulu kamu berikan
Kamu..yang dua tahun lebih selalu menjadi perbincangan di otak kanan dan kiriku..
Kamu yang selalu jadi perdebatan di dalam hati dan jantungku
Dan kamu yang selalu menjadi fokus pupil mataku saat kita tidak sengaja bertemu
Dua tahun yang lalu
Dan aku merasakan kehangatan mu lagi di Jumat Agung ini
Mungkin aku terlalu memujamu
Tapi entahlah,Tuhanku mengapa Engkau menempatkan perasaan yang begitu lekat?
Hingga saat aku berusaha mengelak dan berontak lepas mencari kesenanganku dengan yang lain,ikatan rasa ini begitu lekat
Entah karena tidak bisa lepas atau tidak mau lepas
Aku kembali memujamu
Menjadi melankolia bersajak buruk di sabtu mendung ini
Ahh lupakan..kamu adalah rima ku
Yang membuat bait sajakku menjadi indah
Ya kamu..aku memujamu
Maghrib di kasur usang,April 2014
K.A.T yang selalu lekat di hatiku
Subscribe to:
Posts (Atom)

